INOVASI PRODUK KULINER KACANG-KACANGAN DI PROYEK AKHIR BOGA UNY 2018

Inovasi pada produk kuliner memang merupakan lahan yang sangat menguntungkan bagi setiap orang yang ingin mendulang banyak penghasilan, karena hanya di lahan  ini yang tidak akan mati karena ‘setiap orang butuh makan’ ini yang memupuk subur setiap bisnis yang berkecimpung. Karena setiap tahunnya ada saja Inovasi yang dihasilkan setiap orang untuk mencapai targetnya. Begitu pula dengan Mahasiswa Fakultas Teknik UNY Jurusan; Teknik Boga dan Pendidikan Teknik Boga Semester 6 yang di beri kesempatan untuk berinovasi pada “Proyek Akhir Boga” yang dimana tahun 2018 ini mengambil Tema Kacang-kacangan lokal dan hasil olahannya, Tema ini diambil karena di indonesia merupakan pengasil kacang-kacangan yang cukup melimpah ditambah kandungan Gizinya juga tidak kalah banyak dengan bahan-bahan lainnya.

Kali ini saya akan me-review sedikit tentang Acara tersebut yang bernamakan “Wonderfood” ini kepanjangan dari Wonderful Nuts for Food innovation. Ini adalah ajang dimana Mahasiswa Jurusan Boga dari D3 maupun S1 ini membuat Produk yang berbahan dasar dari Kacang-kacangan dan hasil olahannya, dari produk yang berupa appetizer sampai dessertpun mereka ciptakan. Ada yang menciptakan produk baru dan ada yang me-kombinasi suatu produk dengan mengganti bahan utamanya, salah satu produknya yang juga aka review adalah Sokale (Scotch egg kacang merah ikan lele).

Apa itu Sokale? Sokale adalah produk yang mengombinasi antara Scotch Egg yang dimana biasanya produk dipasaranya dibalutkan dengan Daging Sapi yang dicincang halus dan diberi telur rebus ditengahnya, tetapi kali ini Sokale berupaya untuk membuat produk yang sama hanya saja mengganti bahan bahan yang melapisi telur rebus itu dengan Ikan lele yang di campur dengan kacang merah yang dihaluskan. Ini ditujukan untuk mengurangi konsumsi daging dengan mengganti daging cincang tersebut dengan daging ikan lele yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan kacang merah, setelah itu telur rebus dilapisi dengan bahan yang dihaluskan tadi kemudian diberi panir, teknik olah yang digunakan adalah Deep Frying untuk menghasilkan warna golden brown pada Sokale. Produk yang dimodifikasi Oleh Fathia Bela A. Ini bukan tanpa halangan, kendala yang dihadapi Mbak Fathia adalah tidak semua orang menyukai rasa dari ikan lele yang jika salah penangan akan berbau amis tetapi dengan Penambahan bumbu dan marinasi yang cukup oleh Mbak Fathia membuat produk ini berhasil menarik perhatian saat Proyek Akhir kemarin yang diadakan tangal 4 Mei 2018 di Auditorium UNY karena rasanya yang enak dan kemasan yang menarik dengan porsi yang cukup membuat pengujung disana dengan segan menukarkan tiket mereka untuk produk ini. Bahkan karakteristik dari Sokale ini lebih lembut dan lembut karena menggunakan daging ikan dan kacang merah yang membuat produk ini mempunyai aroma kacang merah yang menggiurkan ditambah lagi dengan nasi gurih, tumis kecipir dan labu kuning dan taklupa dengan saus rica-rica. Ini menandakan kalau masakan a la western bisa dikombinasikan dengan bahan-bahan lokal. Semoga kedepannya dengan Produk Sokale ini bisa didistribusikan lebih banyak untuk meningkatkan bahan-bahan lokal dalam penggunaan dibidang kuliner. Karena hasil bumi di negara sendiripun masih sangat baik untuk dikonsumsi.

 

*Narasumber : Fathia Bela A.