MAKANAN KHAS SUKU DI IBU KOTA

Makanan Khas Daerah Ibu Kota

Siapa yang tak tahu Ibu Kota Indonesia? Tentu saja tau karena sebagian aktivitas utama negara Indonesia berpusat Didaerah yang luasnya sekitar 661,5 km2 ini. Selain terkenal karena sebagai pusat metropolitas terdapat suku bangsa yang sejak dulu sudah menempati daerah ini yaitu, Betawi. Suku yang dikenal dengan sipitungnya ini mempunyai ragam budaya serta makanan khasnya. Ada banyak makanan khas dari suku ini tetapi kali ini kita akan mencoba menelaah tentang makanan yang sangat jarang sekali ditemui jika bukan ada event besar di Jakarta sedang berlangsung yaitu, Kerak Telor, Selendang Mayang, Bir Pletok, dan Tauge Goreng.

  • Kerak Telor

Sejarah singkat tentang kerak telor yang belum di ketahui banyak orang

 Kerak telor adalah makanan khas betawi yang terbuat dari bahan beras ketan putih  telur ayam, ebim (udang kecil) dan bawang merah goreng yang nantinya ditambah bumbu halus seperti cabai merah, kencur, jahe, garam, gula pasir, merica butiran, dan suiran kelapa yang sudah di sangrai.

Perlu diketahui kerak Telor sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Semuanya berawal dari puluhan tahun yang lal,  dimana makanan lezat yang satu ini tercipta secara tidak sengaja atau coba coba oleh  sekawanan orang Betawi yang tinggal di daerah Menteng ibukota Jakarta.

Pada waktu itu di Jakarta atau dulu dikenal dengan Batavia masih mempunyai banyak pohon kelapa yang tumbuh subur memenuhi wilayah Batavia, dikarenakan banyaknya pohon Kelapa masyarakat Betawi ingin memanfaatkan hasil dari buah Kelapa itu selain diminum atau dibikin minyak saja.

 

Ada dua jenis Kerak Telor yang kita kenal sampai sekarang :

Kerak Telor Ayam : Terbuat dari Telor Ayam

Kerak Telor Bebek : Terbuat dari Telor Bebek

Bumbu dan toping nya sama saja yang membedakan hanya lah telor dan tentunya rasa dari masing masing telor nya saja.

  • Selendang Mayang

Banyak yang tidak mengenal jajanan tradisional khas Betawi ini. Rasanya legit manis paling enak dimakan dalam keadaan dingin, sluuurp nikmat! Meskipun jajanan yang satu ini sudah jarang ditemui, tapi masih tetap diminati oleh para penikmat kuliner.

Selendang mayang, mungkin beberapa orang masih asing dengan nama makanan yang satu ini. Makanan ini mungkin bisa dibilang salah satu pusaka kuliner dari Betawi. Hal ini dikarenakan keberadaannya yang sudah sangat jarang sekali ditemui di Jakarta.

Menurut para penjual yang masih tersisa, es selendang mayang merupakan resep yang didapat turun temurun dari leluhur mereka. Meskipun resep warisan, ternyata bahan yang digunakan tidaklah sulit yaitu sagu aren. Adonan kuenya dibuat seprti agar-agar, biasanya berwarna merah atau hijau yang berpadu dengan warna putih sehingga menarik dilihat. Warna-warna yang cantik ini mengingatkan akan warna selendang. Karenanya disebut ‘selendang mayang’.

Adonan kue yang sudah dipotong-potong disajikan bersama dengan kucuran sirop gula Jawa, kuah santan, dan potongan es batu. Rasanya manis legit dengan semburat rasa gurih santan yang enak! Disantap saat dingin bikin segar suasana.Karena selalu disantapa dingin maka dikenal juga dnegan sebutan Es Selendang Mayang.

 

  • Bir Pletok

Di Indonesia, tidak semua bir itu beralkohol lho. Tak percaya? Coba mampir ke rumah makan ala Betawi dan pesan secangkir Bir Pletok. Minuman rempah berwarna merah ini bisa menghangatkan badan dan pas banget diminum saat santai atau sedang capek. Bahan-bahannya 85% alami dari rempah-rempahan, sedangkan sisanya adalah air dan gula. Namun, kenapa namanya bir pletok ya?

Alkisah, kaum bangsawan Belanda senang kumpul santai setelah pulang kerja. Di tengah ngobrol santai itu, mereka biasanya minum bir untuk melepaskan penat dan lelah. Nah, orang-orang Betawi itu nggak mau kalah dengan gaya hidup sang tuan tanah. Karena tak bisa menikmati bir-nya orang Belanda, akhirnya mereka membuat racikan sendiri. Racikan ini didapat dari berbagai rempah di sekitar mereka, salah satunya adalah kayu secang yang menyebabkan warnanya jadi merah. Awalnya bir pletok ini disajikan hangat. Namun seiring berjalannya waktu, minuman kaya rempah ini dijual dalam wadah bambu dan diberi es batu. Nah, kata “pletok” ini berasal dari suara es batu yang bertemu wedang panas.

Rasa bir pletok itu khas sekali: perpaduan rempah yang wangi, pedas, dan manis plus rasa-rasa khas dari beberapa rempah lainnya. Bir pletok ini biasa dijajakan di restoran ala Betawi, pedagang kaki lima di tempat tertentu, dan juga terhidang di acara perkawinan atau khitanan.

 

  • Toge Goreng

Bertandang ke kampung budaya Betawi Setu Babakan, jangan lupa mencicipi makanan khas Betawi. Tauge goreng, salah satunya.

Tauge goreng banyak dikenal masyarakat sebagai makanan khas Bogor. Padahal, Jakarta juga punya tauge goreng Betawi. Toge Goreng memang menggunakan bahan utama berupa toge atau taoge, yaitu tumbuhan muda yang baru saja berkembang dari tahap embrionik di dalam biji kedelai.

Akan tetapi, istilah “goreng” mungkin jauh dari makna yang terbersit di pikiran kita, karena dalam pengolahannya ternyata tidak ada proses ‘menggoreng” seperti pada pengertian umum yang kita kenal. Istilah tersebut kemungkinan muncul dari penggunaan wadah datar dan serok untuk merebus mie dan tauge, sehingga terkesan seperti sedang menggoreng.

Toge Goreng, diracik dari bahan utama berupa Tauge, Tahu serta Mie Kuning yang direbus secara tradisonal (menggunakan kayu bakar) dalam satu wadah khusus berbentuk nampan bundar. Sambil menunggu ketiga bahan tersebut matang, penjual Toge Goreng akan menyiapkan ketupat yang telah dipotong-potong diatas piring. Kemudian toge, tahu dan mie yang telah direbus diletakkan diatasnya dan disiram sejenis saus yang terbuat dari campuran beberapa jenis produk olahan yang uniknya dibuat dari kedelai yaitu :

Oncom Merah -> dibuat dari bungkil tahu yaitu produk sampingan dari proses pembuatan tahun yang difermentasi dengan beberapa jenis kapang hingga matang, ditandai dengan munculnya spora.
Tauco -> sejenis bumbu yang terbuat dari biji kedelai yang telah direbus, dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu kemudian dibiarkan sampai tumbuh jamur (fermentasi).
Kecap manis -> penyedap makanan yang berbentuk cairan pekat dan kental berwarna hitam dengan rasa manis, dibuat dari kedelai hitam.
Uniknya, jika ada membeli untuk dibawa pulang, penjual akan membungkus Toge Goreng dengan daun jahe-jahean, bukan kantong plastik seperti pada umumnya. Cita rasa Toge Goreng sangat khas, tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Namun bagi yang tidak biasa, mungkin akan sedikit kaget dengan sensasinya.

 

 

 

Sumber :

https://bloggerjakarta.com/sejarah-kerak-telor-dan-cara-membuatnya-betawi-punye/

https://food.detik.com/all-you-can-eat/d-1324539/selendang-mayang-warisan-leluhur-betawi

https://djangki.wordpress.com/2012/12/09/penasaran-toge-goreng/