INOVASI PRODUK KULINER KACANG-KACANGAN DI PROYEK AKHIR BOGA UNY 2018

Inovasi pada produk kuliner memang merupakan lahan yang sangat menguntungkan bagi setiap orang yang ingin mendulang banyak penghasilan, karena hanya di lahan  ini yang tidak akan mati karena ‘setiap orang butuh makan’ ini yang memupuk subur setiap bisnis yang berkecimpung. Karena setiap tahunnya ada saja Inovasi yang dihasilkan setiap orang untuk mencapai targetnya. Begitu pula dengan Mahasiswa Fakultas Teknik UNY Jurusan; Teknik Boga dan Pendidikan Teknik Boga Semester 6 yang di beri kesempatan untuk berinovasi pada “Proyek Akhir Boga” yang dimana tahun 2018 ini mengambil Tema Kacang-kacangan lokal dan hasil olahannya, Tema ini diambil karena di indonesia merupakan pengasil kacang-kacangan yang cukup melimpah ditambah kandungan Gizinya juga tidak kalah banyak dengan bahan-bahan lainnya.

Kali ini saya akan me-review sedikit tentang Acara tersebut yang bernamakan “Wonderfood” ini kepanjangan dari Wonderful Nuts for Food innovation. Ini adalah ajang dimana Mahasiswa Jurusan Boga dari D3 maupun S1 ini membuat Produk yang berbahan dasar dari Kacang-kacangan dan hasil olahannya, dari produk yang berupa appetizer sampai dessertpun mereka ciptakan. Ada yang menciptakan produk baru dan ada yang me-kombinasi suatu produk dengan mengganti bahan utamanya, salah satu produknya yang juga aka review adalah Sokale (Scotch egg kacang merah ikan lele).

Apa itu Sokale? Sokale adalah produk yang mengombinasi antara Scotch Egg yang dimana biasanya produk dipasaranya dibalutkan dengan Daging Sapi yang dicincang halus dan diberi telur rebus ditengahnya, tetapi kali ini Sokale berupaya untuk membuat produk yang sama hanya saja mengganti bahan bahan yang melapisi telur rebus itu dengan Ikan lele yang di campur dengan kacang merah yang dihaluskan. Ini ditujukan untuk mengurangi konsumsi daging dengan mengganti daging cincang tersebut dengan daging ikan lele yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan kacang merah, setelah itu telur rebus dilapisi dengan bahan yang dihaluskan tadi kemudian diberi panir, teknik olah yang digunakan adalah Deep Frying untuk menghasilkan warna golden brown pada Sokale. Produk yang dimodifikasi Oleh Fathia Bela A. Ini bukan tanpa halangan, kendala yang dihadapi Mbak Fathia adalah tidak semua orang menyukai rasa dari ikan lele yang jika salah penangan akan berbau amis tetapi dengan Penambahan bumbu dan marinasi yang cukup oleh Mbak Fathia membuat produk ini berhasil menarik perhatian saat Proyek Akhir kemarin yang diadakan tangal 4 Mei 2018 di Auditorium UNY karena rasanya yang enak dan kemasan yang menarik dengan porsi yang cukup membuat pengujung disana dengan segan menukarkan tiket mereka untuk produk ini. Bahkan karakteristik dari Sokale ini lebih lembut dan lembut karena menggunakan daging ikan dan kacang merah yang membuat produk ini mempunyai aroma kacang merah yang menggiurkan ditambah lagi dengan nasi gurih, tumis kecipir dan labu kuning dan taklupa dengan saus rica-rica. Ini menandakan kalau masakan a la western bisa dikombinasikan dengan bahan-bahan lokal. Semoga kedepannya dengan Produk Sokale ini bisa didistribusikan lebih banyak untuk meningkatkan bahan-bahan lokal dalam penggunaan dibidang kuliner. Karena hasil bumi di negara sendiripun masih sangat baik untuk dikonsumsi.

 

*Narasumber : Fathia Bela A.

MAKANAN KHAS SUKU DI IBU KOTA

Makanan Khas Daerah Ibu Kota

Siapa yang tak tahu Ibu Kota Indonesia? Tentu saja tau karena sebagian aktivitas utama negara Indonesia berpusat Didaerah yang luasnya sekitar 661,5 km2 ini. Selain terkenal karena sebagai pusat metropolitas terdapat suku bangsa yang sejak dulu sudah menempati daerah ini yaitu, Betawi. Suku yang dikenal dengan sipitungnya ini mempunyai ragam budaya serta makanan khasnya. Ada banyak makanan khas dari suku ini tetapi kali ini kita akan mencoba menelaah tentang makanan yang sangat jarang sekali ditemui jika bukan ada event besar di Jakarta sedang berlangsung yaitu, Kerak Telor, Selendang Mayang, Bir Pletok, dan Tauge Goreng.

  • Kerak Telor

Sejarah singkat tentang kerak telor yang belum di ketahui banyak orang

 Kerak telor adalah makanan khas betawi yang terbuat dari bahan beras ketan putih  telur ayam, ebim (udang kecil) dan bawang merah goreng yang nantinya ditambah bumbu halus seperti cabai merah, kencur, jahe, garam, gula pasir, merica butiran, dan suiran kelapa yang sudah di sangrai.

Perlu diketahui kerak Telor sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Semuanya berawal dari puluhan tahun yang lal,  dimana makanan lezat yang satu ini tercipta secara tidak sengaja atau coba coba oleh  sekawanan orang Betawi yang tinggal di daerah Menteng ibukota Jakarta.

Pada waktu itu di Jakarta atau dulu dikenal dengan Batavia masih mempunyai banyak pohon kelapa yang tumbuh subur memenuhi wilayah Batavia, dikarenakan banyaknya pohon Kelapa masyarakat Betawi ingin memanfaatkan hasil dari buah Kelapa itu selain diminum atau dibikin minyak saja.

 

Ada dua jenis Kerak Telor yang kita kenal sampai sekarang :

Kerak Telor Ayam : Terbuat dari Telor Ayam

Kerak Telor Bebek : Terbuat dari Telor Bebek

Bumbu dan toping nya sama saja yang membedakan hanya lah telor dan tentunya rasa dari masing masing telor nya saja.

  • Selendang Mayang

Banyak yang tidak mengenal jajanan tradisional khas Betawi ini. Rasanya legit manis paling enak dimakan dalam keadaan dingin, sluuurp nikmat! Meskipun jajanan yang satu ini sudah jarang ditemui, tapi masih tetap diminati oleh para penikmat kuliner.

Selendang mayang, mungkin beberapa orang masih asing dengan nama makanan yang satu ini. Makanan ini mungkin bisa dibilang salah satu pusaka kuliner dari Betawi. Hal ini dikarenakan keberadaannya yang sudah sangat jarang sekali ditemui di Jakarta.

Menurut para penjual yang masih tersisa, es selendang mayang merupakan resep yang didapat turun temurun dari leluhur mereka. Meskipun resep warisan, ternyata bahan yang digunakan tidaklah sulit yaitu sagu aren. Adonan kuenya dibuat seprti agar-agar, biasanya berwarna merah atau hijau yang berpadu dengan warna putih sehingga menarik dilihat. Warna-warna yang cantik ini mengingatkan akan warna selendang. Karenanya disebut ‘selendang mayang’.

Adonan kue yang sudah dipotong-potong disajikan bersama dengan kucuran sirop gula Jawa, kuah santan, dan potongan es batu. Rasanya manis legit dengan semburat rasa gurih santan yang enak! Disantap saat dingin bikin segar suasana.Karena selalu disantapa dingin maka dikenal juga dnegan sebutan Es Selendang Mayang.

 

  • Bir Pletok

Di Indonesia, tidak semua bir itu beralkohol lho. Tak percaya? Coba mampir ke rumah makan ala Betawi dan pesan secangkir Bir Pletok. Minuman rempah berwarna merah ini bisa menghangatkan badan dan pas banget diminum saat santai atau sedang capek. Bahan-bahannya 85% alami dari rempah-rempahan, sedangkan sisanya adalah air dan gula. Namun, kenapa namanya bir pletok ya?

Alkisah, kaum bangsawan Belanda senang kumpul santai setelah pulang kerja. Di tengah ngobrol santai itu, mereka biasanya minum bir untuk melepaskan penat dan lelah. Nah, orang-orang Betawi itu nggak mau kalah dengan gaya hidup sang tuan tanah. Karena tak bisa menikmati bir-nya orang Belanda, akhirnya mereka membuat racikan sendiri. Racikan ini didapat dari berbagai rempah di sekitar mereka, salah satunya adalah kayu secang yang menyebabkan warnanya jadi merah. Awalnya bir pletok ini disajikan hangat. Namun seiring berjalannya waktu, minuman kaya rempah ini dijual dalam wadah bambu dan diberi es batu. Nah, kata “pletok” ini berasal dari suara es batu yang bertemu wedang panas.

Rasa bir pletok itu khas sekali: perpaduan rempah yang wangi, pedas, dan manis plus rasa-rasa khas dari beberapa rempah lainnya. Bir pletok ini biasa dijajakan di restoran ala Betawi, pedagang kaki lima di tempat tertentu, dan juga terhidang di acara perkawinan atau khitanan.

 

  • Toge Goreng

Bertandang ke kampung budaya Betawi Setu Babakan, jangan lupa mencicipi makanan khas Betawi. Tauge goreng, salah satunya.

Tauge goreng banyak dikenal masyarakat sebagai makanan khas Bogor. Padahal, Jakarta juga punya tauge goreng Betawi. Toge Goreng memang menggunakan bahan utama berupa toge atau taoge, yaitu tumbuhan muda yang baru saja berkembang dari tahap embrionik di dalam biji kedelai.

Akan tetapi, istilah “goreng” mungkin jauh dari makna yang terbersit di pikiran kita, karena dalam pengolahannya ternyata tidak ada proses ‘menggoreng” seperti pada pengertian umum yang kita kenal. Istilah tersebut kemungkinan muncul dari penggunaan wadah datar dan serok untuk merebus mie dan tauge, sehingga terkesan seperti sedang menggoreng.

Toge Goreng, diracik dari bahan utama berupa Tauge, Tahu serta Mie Kuning yang direbus secara tradisonal (menggunakan kayu bakar) dalam satu wadah khusus berbentuk nampan bundar. Sambil menunggu ketiga bahan tersebut matang, penjual Toge Goreng akan menyiapkan ketupat yang telah dipotong-potong diatas piring. Kemudian toge, tahu dan mie yang telah direbus diletakkan diatasnya dan disiram sejenis saus yang terbuat dari campuran beberapa jenis produk olahan yang uniknya dibuat dari kedelai yaitu :

Oncom Merah -> dibuat dari bungkil tahu yaitu produk sampingan dari proses pembuatan tahun yang difermentasi dengan beberapa jenis kapang hingga matang, ditandai dengan munculnya spora.
Tauco -> sejenis bumbu yang terbuat dari biji kedelai yang telah direbus, dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu kemudian dibiarkan sampai tumbuh jamur (fermentasi).
Kecap manis -> penyedap makanan yang berbentuk cairan pekat dan kental berwarna hitam dengan rasa manis, dibuat dari kedelai hitam.
Uniknya, jika ada membeli untuk dibawa pulang, penjual akan membungkus Toge Goreng dengan daun jahe-jahean, bukan kantong plastik seperti pada umumnya. Cita rasa Toge Goreng sangat khas, tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Namun bagi yang tidak biasa, mungkin akan sedikit kaget dengan sensasinya.

 

 

 

Sumber :

https://bloggerjakarta.com/sejarah-kerak-telor-dan-cara-membuatnya-betawi-punye/

https://food.detik.com/all-you-can-eat/d-1324539/selendang-mayang-warisan-leluhur-betawi

https://djangki.wordpress.com/2012/12/09/penasaran-toge-goreng/

 

Mengakses Informasi Akademis yang Dimiliki UNY

Diera globalisasi seperti sekarang ini memungkinkan setiap manusia mengakses suatu informasi dengan sangat mudah, semua informasi yang diinginkan dapat didapatkan secara instan melalui telfon genggam atau perangkat alat elektronik yang mendukung pengaksesan. Informasi yang didapat bisa bersifat: akademis maupun sosial, yang bersifat akademis biasanya dimiliki oleh Instasi Pendidikan, sedangkan sosial bersifat pribadi.

Salah satu Instasi Perguruan Tinggi Negeri Yogyakarta juga memiliki akses informasi yang cukup memudahkan Mahasiswa mencari informasi yang terdapat pada Universitas Negeri Yogyakarta, berikut rinciannya;

1. Email UNY

Sistem yang digunakan pada Email UNY adalah SSO (single sign on) dimana setiap mahasiswa dengan format @student.uny.ac.id dan ini dapat di akses bebagai informasi akademis yang dimiliki Unuversitas ini.

2. Besmart

Sistem Informasi Akademis yang dimiliki UNY ini untuk membantu mabahsiswa dalam pembelajaran e-learning, dapat diakses dengan mudah menggunakan email UNY dan mahasiswa sudah dapat mengakses berbagai materi online beserta kuisnya juga.

3.Siakad

Di web SIAKAD ini mahasiswa dapat mengakses KRS, KHS, dan DHS. fitur yang digunakan juga sangat mudah dan jelas. diharapkan mahasiswa nanti akan dengan mudah memasukkan jadwal kuliah maupun pengajuan Yudisium dan yang lainnya.

4.E-Library

UNY juga memiliki akses perpustakkan online yang sangat memudahkan mahasiswanya dalam mencari buku atau jurnal melalui sistem ini, buku yang dikoleksi perpustakkan UNY juga cukup banyak walau kita masih harus mencari buku secara manual tapi itu sangat mudah dicari dengan nomer loker dan nomer bukunya.

itulah beberapa Sistern Informasi Akademis yang dimiliki Universitas Negeri Yogyakarta, yang diharapkan mahasiswa mampu memenuhi kebutuhannya dengan mengakses sitiap laman yang disediakan oleh pihak kampus.

Tugas Blog TIK

Hasil Resensi

Judul Buku : Menu Tepat Makanan Atlet 11 Olahraga Terpopuler

data buku :

  1. Judul Buku : Menu Tepat Makanan Atlet 11 Olahraga Terpopuler
  2. Pengarang : MAYA RAHMAWATI
  3. Penerbit : Pustaka Baru Press
  4. Tahun Terbit : 2015
  5. Cetakan ke : Pertama
  6. Tebal Buku : vii+198 hal

 

PEDOMAN PENYUSUNAN MENU MAKANAN ATLET

Keberhasilan suatu penyelenggaran makanan pada masa pemusatan latihan dan masa pertandingan (pesta olahraga) dapat dicapai bila penyelenggaraan makanan dipandang sebagai suatu program yang utuh dan dikelola secara profesional. Suatu penyelenggaraan makanan menginginkan mutu makanan yang tinggi yaitu enak, gizi seimbang, harga yang layak dan kebersihan serta sanitasi yang tinggi sehingga dapat dimakan dan memuaskan konsumen (olahragawan).

Perencanaan menu merupakan penentu keberhasilan pengolahan makana sebagai langkah awal dalam fungsi penyelenggaraan makanan, disusun jauh sebelum waktu pelaksannan yaitu sebelum penyusunan perencanaan kebutuhan bahan makanan dan minuman. Perencanaan menu yang baik adalah bila disusun oleh suatu tim terdiri dari mereka yang banyak kaitannya dalam penyelenggaraan makanan dan direncanakan secara matang dan teliti lebih jauh sebelumnya.

Menu merupakan “Critical focal point atau central position” dari semua kegiatan penyelenggaraan makanan. Dari menu akan diperoleh makanan apa yang akan diproduksi serta didistribusikan kepada siapa, oleh siapa, bagaimana, kapan, dan sebagainya. Perencanaan menu adalah serangkaian kegiatan menyusun hidangan dalam variasi dan kombinasi yang sesuai dengan konsumen.

Tujuan perencanaan menu adalah tersedianya beberapa buah sususan menu yang dilengkapi dengan pedoman menurut klasifikasi pelayanan yang ada atas dasar kebijakaan dan ketetapan yang ada.

Perencanaan Kebutuhan Bahan Makanan (PKBM) adalah kegiatan yang menetapkan jumlah, macam/jenis dan kualitas bahan makanan yang dibutuhkan untuk kurun waktu tertentu.

 

  1. PENYELENGGARAN MAKANAN
  2. Pemusatan latihan

Adalah kegiatan pelaksanaan program latihan dalam jangka waktu tertentu yang terpusat didalam suatu lingkaran tertentu dimana atlet dapat tinggal bersama dan melakukan kegiatan sehari-hari sesuai dengan program pelatihan.

Sasran pemusatan latihan adalah untuk mengingatkan :

  • Kesehatan umum satus gizi dan kebugaran jasmani
  • Teknik dan keterampilan khusus sesuai dengan cabang olahraga
  • Kesiapan mental, semangat juang dan motivasi
  • Kerjasama kelompok
  • Pengetahuan terapan yang berkaitan dengan olahraga.

 

Pemusatan latihan mempunyai ciri khusus anatar lain:

  1. Pada umumnya berlangsung lebih lama (lebih dari satu bulan sampai beberapa tahun)
  2. Konsumen yang dilayani lebih homogen (satu/beberapa cabang olahraga)
  3. Adanya periodesasi latihan selama penyelenggaraan makanan berlangsung

 

  1. Penyelenggaraan makanan pada Masa Pertandingan (Pesta Olahraga)

Penyelenggaran makanan selama pesta olahraga diharapkan dapat ddipenuhi muku makanan yang lebih tinggi yakni enak, gizi seimbang, sesuai dengan kaidah pengaturan gizi saat bertanding, harga layak serta aman. Untuk mencapai harapan tersebut menu selama pesta olahraga disusun dengan mempertimbangkan berbagai aspek baik segi gizi, harga, kemudahan pengadaan bahan makanan, cara pemasakan dan lain-lain serta alasan lain mengingat peserta olahraga sangat heterogen.

Ciri pesta olahraga:

  1. Peserta yang dilayani oleh jasaboga terdiri atas atlet, offisial, wasit, petugas. Asal peserta dari berbagai daerah/negara dan memiliki kebiasaan makan yang berbeda.
  2. Keragamaan Cabang Olahraga. Berdasarkan klasifikasinya terdapat cabang olahraga ringan sampai berat sekali, serta cabang olahraga dengan klasifikasi berdasarkan berat badan. Meskipun bervariasi semuanya menghadapi pertandingan. Pada fase pertandingan semua atlet tidak lagi menjalani latihan berat dan kondisi sudah prima.

Umur bervariasi. Peserta olahraga umumnya terdiri dari usia muda sampai usia lanjut. Umur ini berpengaruh terhadap tingkat kebutuhan gizi.

Selama pesta olahraga atlet telah memasuki fase pertandingan. Pada fase ini diharapkan seluruh atlet sudah dalam kondisi prima, baik fisik maupun mental. Dari segi fisik diharapakan seluruh atlet status gizinya sudah baik. Untuk olahraga yang mempunyai klasifikasi berat badan, seluruh atlet data berat badanyasudah masuk dalam nomor-nomor yang akan diikuti. Pada masa ini latihan yang diberikan sudah tidak terlalu berat. Konsumsi hidrat arang lebih banyak agar dapat digunakan sebagai cadangan glikogen otot. Protein diberikan cukup karena dalam metabolismenya memerlukan banyaj energi sehingga akan memberatkan kerja ginjal.

Hasil gambar untuk olahraga animasi

  1. FAKTOR DALAM PENYUSUNAN MENU

 

  1. Keterangan Tentang Konsumen
  2. Kebutuhan gizi

Kebutuhan gizi orang yang harus dilayani harus dipertimbangkan dalam penyusunan pola menu dan standar porsi hidang. Para olahragawan memerlukan makanan yang cukup untuk menciptakan kondisi fisik yang dapat melakukan latihan-latihan yang teratur dan akan meningkatkan prestasi. Sehingga pola makan setiap cabang olahraga berbeda sesuai untuk apa kebutuhan gizi dan cairan diperlukan (sebelum bertanding, selama latihan dan sebagainya).

 

  1. Kebiasaan Makan
  • Kebiasaan makan individu atau segolongan orang, merupakan hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan menu.
  • Kebiasaan makan mencangkup pula segi-segi kejiwaan, sosial budaya, agama, dan kepercayaan, latar belakang pendidikan dan pengalaman serta lingkungan hidup sehari-hari.
  • Kebiasaan bidang produksi, distribusi, transportasi, koperasi ataupun kemajuan dalam bidang teknologi pangan.

 

  1. Macam dan jumlah orang yang dilayani

Semakin banyak macam dan jumlah orang yang dilayani semakin kompleks pula permasalahan dalam menyusun menu yang tepat.

  1. Macam Peraturan/policy Institusi

Perencanaan menu juga harus sejalan dengan macam dan peraturan yang telah ditetapkan, selain penentuan dalam hal penggunaan anggaran belanja bahan makanan, kadang-kadang institusi yang bersangkutan juga turut menentukan cara dan prosedur pembelian bahan makanan.

  1. Sarana/peralatan dan Pelayanan
  2. Peralatan dan perlengkapan dapur yang tersedia
  • Macam dan jumlah peralatan serta perlengkapan dapur juga mempengaruhi dalam perencanaan/penyusunan menu.
  • Peralatan yang praktis dalam jumlah yang cukuppun mempengaruhi variasi hidangan yang akan disusun dalam menu.
  • Tersedianya gudang bahan makanan kering lemari es, freezer juga mempengaruhi macam menu yang akan disusun

 

  1. Macam dan Jumlah pegawai
  • Macam dan jumlah pegawai yang ada harus pula dipertimbangkan dalam menyusun menu, dapat diperkirakan seberapa jauh pekerjaan memasak bahan makanan dalam waktu tertentu dapat diselesaikan dengan berdaya guna dan berhasil guna.
  • Kemampuan dan keterampilan pegawai sangat mempengaruhi hidangan yang akan ditampilkan dalam menu.

 

  1. Macam dan pelayanan yang diberikan

Dalam suatu penyelenggaraan makanan kadang-kadang jiga dibedakan jenis hidangan ataupun harga hidangan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan memilih pada konsumen, sehingga kebutuhan dapat dipenuhi.

Kadang-kadang perbedaan dalam cara pemberian pelayanan seperti penyediaan fasilitas makanan, penyediaan kebutuhan pasien lain, ataupun penyediaan pelayanan khusus. Untuk hal ini tentu diperlukan menu yang khusus pula.

  1. Keuangan yang tersedia

Dalam perencanaan menu, harus dengan keuangan yang tersedia. Makanan yang baik bukanlah berarti makana yang mahal, tetapi kualitas dan kuantitas zat gizi yang melengkapi.

Harga makana yang mahal belum tentu dapat menjamin makanan bermutu gizi yang baik. Yang penting adalah pengadaan yang tepat guna sehingga biaya yang tersedia, dapat dimanfaatkan dengan efisen untuk bahan makanan yang diperlukan.

  1. Pengaruh Luar (Musim/Iklim dan keadaan Pasar)
  • Keadaan udara dapat mempengaruhi selera dan kebutuhan tubuh. Macam dan jumlah makanan didaerah dingin jelas berbeda dengan daerah udara panas.
  • Perbedaan keadaan udara, juga dapat mengakibatkan perbedaan bahan makanan yang tersedia, karena itu ada buah/sayuran yang musiman.
  • Situasi pasar dapat mengatasi masalah buah/sayuran musiman tadi.

 

  1. Kombinasi Makanan

Menu memperhatikan variasi hidangan yang akan disajikan dalam:

  1. Keempukan
  2. Warna
  3. Bau
  4. Bentuk/ukuran
  5. Konsistensi
  6. Suhu
  7. Menambah rasa kenyang
  8. Teknik persiapan

 

  1. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN MENU
  2. Pemusatan Latihan
  3. Tentukan disusunnya kalori yang diperlukan berdasarkan berat badan rata-rata, jrnis olahraga dan latihan dengan proporsi yang tepat.
  4. Catatan kerahasiaan makanan atlet, dan aturan yang berlaku serta konsultasikan dengan pelatih.
  5. Tetapkan jumlah bahan makanan sehari yang diperlukan
  6. Tetapkan pola makan, atau pembagian makan sehari mulai dengan jadwal latihan.
  7. Tetapkan siklus menu dan waktu penggunaannya.

 

  1. Masa Pertandingan
  2. Persiapan
  • Bentuk Tim/panitia kerja untuk menyusun menu
  • Kumpulkan tanggapan-tanggapan tentang tanggapan menu yang sedang berlaku.
  • Catat keadaan dan jumlah tenaga pemasak yang ada, peralatan yang dimiliki, dana yang tersedia/catering yang terlibat.
  • Buat rincian macam dan jumlah konsumen yang mendapat makanan.
  • Gunakan pedoman peraturan pemberian makan yang ditetapkan panitia penyelenggara pertandingan.
  • Tetapkan pola menu dan tentukan macam menu yang diinginkan: menu standar atau menu pilihan. Menu standar adalah menu baku yang disusun untuk beberapa hari, menu pulihan adalah beberapa pilihan menu yang akan ditawarkan.
  • Tetapkan siklus/putaran menu yang direncanakan misalnya siklus menu 5 hari, 7 hari, 10 hari serta tetapkan waktu penggunaan siklus menu
  1. Menyusun menu
  • Kumplakn sebanyak-banyaknya bebagai jenis hidangan untuk makan pagi, siang atau sore. Makin banyak makin baik, sehingga memungkinkan variasi yang lebih banyak.
  • Buatlah master menu yang memuat garis besar frekuensi penggunaan siklus menu yang berlaku.
  • Tentukan lebih dahulu hidangan lauk hewani yang serasi, warna, komposis, konsistensi, bentuk dan variasinya.
  • Disusul dengan lauk nabati, sayuran, buah dan akhirnya makanan selingan.
  • Siapkan formulur dengan beberapa penilai yang objektif
  • Buat kembali perbaikan menu dan selanjutnya menu siap untuk dipakai.

 

  1. PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN MAKANAN DAN MINUMAN

Perencanaan kebutuhan bahan makanan adalah suatu proses untuk menetapkan macam jumlah dan kualiatas bahan makanan, yang diperlukan dalam kurun waktu tertentu, dalam rangka melaksanakan kegiatan pengadaan bahan makanan. Sebagian hasil dari proses ini adalah taksiran kebutuhan bahan makanan dalam waku tertentu.

Langkah-langkah dalam membuat taksiran Kebutuhan Bahan Makanan

  1. Pengumpulan Data

Data-data yang diperlukan meliputi:

  • Peraturan pemberian makanan yang berlaku
  • Jumlah dan macam konsumen yang dilayani
  • Master menu
  • Siklus menu
  • Standar resep
  • Standar bumbu
  • Pedoman porsi hidangan
  • Jumlah hari dalam setiap bulan, jumlah hari libur

 

  1. Cara Menghitung
  • Taksiran kebutuhan harian tiap item bahan makanan = jumlah yang dilayani x standar porsi (berat bersih)
  • Taksiran kebutuhan 10 hari tiap item bahan makanan = jumlah taksiran kebutuhan tiap bahan makanan hari 1 s/d 10.
  • Taksiran kebutuhan satu bulan tiap item bahan makanan = x 3 + taksiran kebutuhan bahan makanan hari ke 31.

 

 

Hello world!

Welcome to blogs UNY Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!